Friday, June 15, 2012

Putri Kecil & Putri Nakal


--- Satu dongeng dari Negeri Antah Berantah ---


 
Dahulu kala,
ada sebuah keluarga kecil bahagia.
Dimana ada seorang ayah, ibu dan putri kecilnya.
Mereka adalah keluarga yg sangat kecil, tapi mereka keluarga yg mandiri.


Ibu, sosok yg sangat sabar tersebut adalah seorang ibu rumah tangga yg baik yg sedang mengandung anak ke-dua nya.
Sang Ayah pun seorang wiraswasta yg giat bekerja.
Putri Kecil mereka sangat pintar dan lucu. Dia baru berumur sekitar 4,5 tahun.





Suatu hari, menjelang siang..

Diluar sana terlihat sangat ramai sekali.
Putri kecil keluar rumah untuk bermain bersama teman-temannya.
Putri kecil berjalan diantara teman-temannya yg sedang bermain.
Dia hanya berjalan.. sambil mengamati satu-persatu temannya.
Dia berjalan perlahan, mengamati permainan yg sedang dimainkan teman-temannya.
Dia terus berjalan tanpa ada sedikitpun keinginan untuk bergabung bermain.
Tidak seperti biasanya.

Tak sengaja,  Putri kecil tersandung batu kecil.
Sebuah batu milik temannnya, yg ternyata digunakan untuk permainan mereka.
anak perempuan yg lebih tua dari putri kecil, marah.
Dialah Putri Nakal. Anak yg terkenal keras dan perilakunya buruk.
Anak itu berkata-kata kotor dan memaki - maki putri kecil.

Menganggap sudah biasa, Putri kecil hanya diam.
Dia tidak pernah melawan. Dia terus berjalan.
Putri kecil terus berjalan hingga akhirnya dia terhenti didepan rumah temannya dan dia duduk sendiri disana.
Putri kecil duduk termenung dan tertunduk sendirian.  


Di depan putri kecil, adalah rumah Putri Nakal.
Rumah putri nakal memang berhadapan dengan rumah dimana putri kecil duduk disana.

Belum ada lima menit putri kecil melamun,
Tiba-tiba saja dari rumah Putri Nakal keluar seorang ibu dengan wajah galaknya.
Dia keluar rumah dengan wajah murka. Dia memelototi Putri Kecil.
Dia Ibu Putri Nakal.
Ibu Putri Nakal marah, sebab anaknya yg sedang bermain telah diganggu anak lain,
dialah Putri Kecil.

Putri kecil yang sedang duduk sendirian itupun seketika menangis melihat wajah marah yg tertuju padanya.
Dia tidak mengerti apa yg telah terjadi.
Dia tidak mengerti apa kesalahan yg telah ia perbuat.

Akhirnya, Putri Kecil kembali ke rumah.
Seketika ia mengurungkan niatnya untuk bermain bersama temannya.
Ia masih merasa bingung terhadap apa yg telah terjadi.
Putri kecil memilih berdiam diri rumah.



Tak lama kemudian...
Tampak ada keramaian di halaman rumah putri kecil.  
Putri kecil yg sedang di dalam kamar sontak berlari untuk melihat, ada apa gerangan disana?
Dan putri kecil pun kaget bukan main...
 

Ibu Putri Nakal telah berdiri di teras rumahnya. 
Ia berdiri dengan wajah marahnya.. 
Ia membawa sapu..
 
Ibu Putri Kecil keluar rumah untuk menghampiri tamu yg tak diundang tsb.


Di teras rumahnya,  
Ibu Putri Kecil dimarah-marahi.. dicaci-maki.. oleh tamu yg tak sopan itu.
Sungguh kasihan Ibu Putri Kecil yg sedang mengandung 9 bulan itu harus menghadapi orang yg sedang kesetanan hanya akibat tidak terima anaknya diganggu bermain.

Sampai akhirnya..

Ibu Putri Nakal memukul lengan kiri Ibu Putri Kecil, 
memakai sapu yg telah ia bawa tadi.
Sapu.. yang gagangnya terbuat dari kayu.
Ya.
Ibu Putri Kecil merasakan rasa sakit akibat terpukul kayu.
Ibu Putri Kecil merasakan penindasan oleh sesama manusia. 
(entah ia manusia atau bukan)

 
Putri Kecil yg melihat kekerasan itu langsung menangis kencang.
Putri Kecil berusaha melerai perkelahian antara dua orang ibu tersebut.
Putri Kecil berusaha menarik tangan ibunya yg telah dipukul.   
Namun usaha Putri Kecil sia-sia.. karena ibunya melepas genggaman tangannya.

 
Beruntungnya, hari itu, di rumah Putri Kecil ada pamannya yg sedang berkunjung.
Melihat keributan tersebut, sang paman langsung keluar rumah dan melerai mereka semua.

Putri Kecil masih menangis.
Putri Kecil masih tidak percaya atas apa yg telah terjadi.
Lagi-lagi, putri kecil hanya bisa terdiam..
Berharap tidak akan lagi bertemu dengan Putri Nakal, yg biasa meludahinya.  
Berharap dia tidak akan lagi melihat wajah seseram Ibu Putri Nakal..
Berharap dia tidak akan lagi melihat ibunya disakiti orang lain..


Sore datang, ayah pun pulang.
Sang Paman menceritakan semuanya, apa yg tadi pagi telah terjadi.
Lagi lagi.. Putri Kecil hanya bisa diam, melihat percakapan antara ibu, ayah dan pamannya. 
Dia hanya berharap, kejadian itu tidak akan terulang lagi.


Putri Kecil masih tidak bisa percaya,
Ibu Putri Nakal itu Ibu macam apa ?
Dia tega menyakiti seorang Ibu yg sedang hamil 9 bulan. dia orang macam apa ?
Apa dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya sedang hamil 9 bulan ?
bagaimana sakitnya? bagaimana susahnya? 
Padahal dia juga seorang ibu..


Putri kecil tidak tau,
Apakah di masa depan ibunya akan melupakan kejadian pahit ini ?
Putri kecil tidak akan pernah tau jawabannya sebelum ia berani bertanya pada ibunya sendiri..



Bagaimana Putri Kecil bisa lupa akan pengalaman pahit ini,
Karena dia melihat sendiri kejadiannya.
Bagaimana Putri Kecil bisa lupa akan pengalaman pahit ini,
Karena sekarang dia sendiri yg menulis cerita ini...



Putri kecil yg masih polos itu.. kini telah duduk di bangku kuliah..
Dialah pemilik blog ini.. 
Dia yang cukup benci bila melihat perempuan manja yg tidak bisa sedikit menahan rasa sakit.
Dia yang cukup benci melihat bila ada orang yg merendahkan satu sama lain..
Dia percaya, 
Akan ada banyak hal yg lebih menyakitkan daripada sekedar keluar darah akibat tersandung kerikil.


Hidup ini memang indah.. tapi Tuhan tidak hanya menciptakan keindahan,  bukan?
Hidup ini memang baik.. tapi Tuhan tidak hanya menciptakan kebaikan,  bukan?
Kadang.. kita tidak bisa membedakan mana yg baik dan mana yg buruk. 
Karena Baik dan Buruk semua tercampur di bumi.
Karena tercampur itulah, semua terlihat samar.




tapi ingatlah salah satu sifat Allah, 
ALLAH TIDAK PERNAH TIDUR
 

0 komentar:

Blogger templates


Pages

Powered by Blogger.

Blogroll